06 April 2009

Menolong orang kecil itu mudah..

Menolong orang kecil, dimulai dari hal yg kecil...

1. Kalau beli majalah, jangan beli di dalam supermarket atau toko buku.
Tetapi usahakan untuk membelinya dari kios pinggir jalan atau pun di lampu merah. Sehingga uang keuntungan akan masuk ke orang kecil.

2. Kalau beli sayur-sayuran, mungkin bisa beli di tukang sayur yang lewat di rumah daripada beli di supermarket. Kebanyakan dari kita tidak ada dirumah
pada saat tukang sayur lewat, tetapi bisa juga kita titipkan dengan pembantu/tetangga. Agak lebih repot sedikit, tetapi uangnya akan masuk ke orang kecil.

3. Ada baiknya secara berkala, misalnya satu bulan sekali, kita panggil tukang nasi goreng/tukang sate yang lewat di depan rumah. Walaupun kita tidak terlalu ingin makan nasi goreng atau sate, tetapi boleh lah
sekali-sekali membeli dagangan mereka.

4. Sering kita berjalan-jalan dan mendapati beberapa orang berjualan kue, misalnya kue pancong, kue ape, dsb. Beli. Untuk kita uangnya tidak seberapa, tetapi untuk mereka akan sangat berguna.
Tentu saja jangan keseringan, karena nanti kita juga bosen.

5. Aku orang yang paling anti sama pembajakan, tetapi saat ini masalahnya udah lebih jauh daripada sekedar prinsip-prinsip dasar. Aku mulai membeli VCD bajakan, karena dengan itu uang yg Aku keluarkan akan dapat membantu si penjual (dan bukan masuk ke hollywood). Cara buruk untuk membenarkan pembajakan, tetapi: orang-orang kita sedang terpuruk dan ada agenda yg
lebih penting untuk di selesaikan.

6. Untuk yang cowok -- mungkin jika tidak terlalu pusing sama model rambut, ada baiknya mulai potong rambut di barbershop ketimbang di salon. Lumayan
bisa menolong mereka.

7. Kalo mo service ke bengkel,mendingan nggak ke dealer tapi ke bengkel umum /biasa.

8. Sebulan sekali gaji yang kita peroleh bisa kita sisihkan ke yatim piatu atau janda janda tua atao orang yang berhak / yang membutuhkan.

9. Bagi yang punya mobil ada baiknya kita sewaktu waktu naik angkutan umum, kayak bis, mikrolet, bajai dan becak, buat nambah penghasilan mereka.

Kalau yang baca ini ada 30 orang, rasanya uang yang turun ke bawah cukup lumayan.
Jika kita beli nasi goreng seharga 4000 rupiah satu kali sebulan, maka uang yang kita "berikan" ke orang kecil sudah mencapai 120 ribu sebulan -- itu
hanya dari urusan nasi goreng.
Aku rasa kalau kita membiasakan diri untuk melakukan ini, maka mudah-mudahan secara perlahan kita bisa menyeimbangkan distribusi uang ke bawah.
Apalagi jika Anda mau meneruskan usul ini.

Atau jika itu terlalu muluk -- paling tidak kita sudah memainkan peran kita untuk menolong orang kecil.

sumber

16 Maret 2009

Sebuah Tanya

Akhirnya semua akan tiba pada pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.
Apakah kau masih selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
Sambil membenarkan letak leher kemejaku.

(Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah Mandalawangi.
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

Apakah kau masih membelaiku selembut dahulu
Ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra,
lebih dekat...

(Lampu-lampu berkedipan di Jakarta yang sepi
kota kita berdua, yang tau dan terlena dalam mimpinya
kau dan aku berbicara tanpa kata, tanpa suara
ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

Apakah kau masih akan berkata
"kudengar derap jantungmu!"

Kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

(Haripun menjadi malam kulihat semuanya menjadi muram
wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
dalam bahasa yang tidak kita mengerti
seperti kabut pagi itu)

Manisku, aku akan jalan terus membawa kenangan-kenangan
dan harapan-harapan bersama hidup yang begitu biru.

Soe Hok Gie
Selasa, 1 April 1969

13 Maret 2009

Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta

Sharing sedikit hasil hunting Grebeg Maulud, Senin, 9 Maret 2009

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat selama setahun menyelenggarakan upacara tradisional Grebeg Besar sebanyak tiga kali yaitu Grebeg Syawal diselenggarakan bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, Grebeg Besar bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dan Grebeg Maulud atau bertepatan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW

Upacara Grebeg Maulud Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, berlangsung meriah disaksikan ribuan warga. dari dalam maupun luar Yogyakarta, serta sejumlah turis asing.

Saya dengan berbekal kamera tua saya berbaur dengan ribuan masyarakat menunggu sejak jam 07.30 pagi untuk menikmati tontonan upacara tradisional turun-temurun tersebut, meskipun harus berdiri berdesakan di tengah teriknya matahari.

Prosesi grebeg maulud tahun ini tampak menarik perhatian sejumlah wisatawan mancanegara, yang dengan sabar menunggu sejak awal hingga berakhirnya upacara tradisional itu dan mereka dengan antusias mengabadikan prosesi adat tersebut melalui kamera maupun kamera video miliknya.


deretan tukang mencet shutter

Melindungi peralatan dari jeratan tali..

Di antara ratusan photographer, tampak ada James Nachtwey (terkenal sebagai war photographer)... Karya-karyanya telah mendapat banyak penghargaan dan memenangkan lomba foto bertaraf internasional.. Sungguh merupakan kesempatan langka bisa bertemu dengan beliau.

James Nachtwey di tengah kerumunan fotografer lainnya

Ada juga beberapa orang senior dari fotografer.net, kopata, HISFA, dll...

rombongan dari fotografer.net

Saya juga bertemu dengan cak paparazzi (kaskuser yang membuat thread "Sharing khususon foto jurnalistik"). Ternyata usianya nggak terlampau jauh dengan saya.. namun yang bikin ngiler kamera dan lensanya.. dari ratusan fotografer, kira-kira hanya 3 orang yang menggunakan lensa berwarna putih dan cak paparazzi salah satunya..

Jalannya prosesi upacara tradisional Grebeg Maulud berupa iring-iringan Gunungan Lanang, Wadon, Gepak, Pawuhan dan Dharat yang dikeluarkan dari dalam Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat melewati Siti Hinggil, Pagelaran, Alun-Alun Utara hingga berakhir di halaman Masjid Gede Kauman Yogyakarta.

Gunungan yang dibuat dari bahan makanan seperti sayur-sayuran, kacang, cabai merah, ubi dan beberapa pelengkap yang terbuat dari ketan dan dibentuk menyerupai gunung, yang melambangkan kemakmuran dan kekayaan tanah Keraton Mataram.

Parade Gunungan Lanang, Wadon ,Gepak, Pawuhan dan Dharat yang dipimpin oleh Manggoloyudho (panglima perang) GBPH Yudhaningrat disambut dengan tembakan salvo oleh para prajurit keraton ketika keluar dari dalam keraton dan melewati Alun-alun Utara.

Iringan "Gunungan" tersebut dikawal oleh sembilan pasukan prajurit keraton, di antaranya prajurit Wirobrojo, Ketanggung, Bugis, Daeng, Patangpuluh, Nyutro. Mereka mengenakan seragam dan atribut aneka warna dan membawa senjata tombak, keris serta senapan kuno.

Selanjutnya sejumlah "gunungan" dibawa ke Masjid Agung/Besar Kauman Yogyakarta, untuk diberkati dan didoakan oleh penghulu keraton. Kemudian "gunungan" itu menjadi rebutan warga yang sudah sejak pagi menunggu di halaman masjid tersebut.

Menunggu gunungan...

Sedangkan satu gunungan dibawa menuju Pura Pakualaman dengan dikawal prajurit tradisional dan kemudian menjadi rebutan ratusan warga setempat.

Mereka yang memperoleh bagian dari "gunungan" tersebut masih mempercayai bahwa sedekah Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut akan membawa berkah bagi kehidupan mereka.

Jam 11.25 iring-iringan pembawa gunungan mulai memasuki area depan Masjid. Tanpa dikomando, orang-orang yang sudah menunggu dari pagi tak sabaran dan gunungan pun langsung diserbu padahal belum dido'akan. Chaos...

Gunungan tiba

Suasana ketika gunungan baru saja tiba untuk dido'akan..

rusuh deh pokoknya...

Berhasil menggapai puncak..

rebutan

setidaknya ada 3 orang yang harus dibawa karena pingsan/ cedera


Pokoknya ini benar-benar unforgetable moment...

Seusai grebeg selesai terlihat anak-anak banyak yang mandi di parit yang berada di dalam lingkungan Masjid Agung.. Kalo diperhatikan foto ini lucu juga.. ^_^

Cukup sekian saja ya tulisan tentang grebeg maulud 2009.. Sebenernya masih banyak foto-foto lainnya tapi akan saya masukkan ke blog lainnya..


-tertarik dengan foto-foto saya? Anda bisa menghubungi saya di 02743232252

12 Maret 2009

Gathering FN Yogyakarta 7 Maret 2009

Iseng-iseng buka agenda fotografer.net lalu menemukan tulisan bahwa akan ada gathering FN di Yogyakarta pada hari Sabtu, 7 Maret 2009. Kebetulan lokasinya juga tidak terlalu jauh dari kos saya.. Kebetulan malam minggu itu juga nggak punya rencana kemana-mana.. Tertarik buat datang soalnya membaca tulisan: gratis makan dan minum di undangannya


seperti inilah suasana disana:

Di kanan saya ternyata Yudha aka Menyut.. Penjual kamera yang terkenal di FN.


Berhubung bawa laptop akhirnya disana nggak terlalu bengong.. lumayan, bisa buka facebook dan ngaskus..

Yang lain pada serius makan saat foto ini diambil




Bikin senang soalnya nambah ilmu dari Stephanus Hanie dan Kurniadi Widodo.
makin senang karena disana dapat kaos cantik (dan gratis karena dapat dari doorprize). Sayang ukurannya kegedean :-(

kaos doorprize

Jam 23.00 saya segera pulang untuk beristirahat, bersiap untuk hunting grebeg keesokan paginya...

Blog baru..

Udah lama enggak blogging... sebenernya udah punya account blog di wordpress namun terlantar soalnya dari laptop saya wordpress susah dibuka.. Sepertinya sih yang bikin susah dibuka karena provider internet saya (Indosat IM2) yang lemot khusus wordpress...

Memilih blogspot soalnya lebih cepat diakses dan lebih banyak pilihat kostumisasinya dibanding wordpress.. Rencananya blog ini kedepannya juga akan dipakai buat gallery dari foto-foto yang saya ambil dari kamera saya.

Selamat blogging!